Budi Daya Daun Bawang

Budi Daya Daun Bawang - Kebun Dora

Bawang daun merupakan tanaman sayuran yang dapat tumbuh di dataran tinggi maupun dataran rendah dengan ketinggian tempat 250-1.500 m dpl (diatas permukaan laut). Suhu udara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman ini adalah 18-25 C dengan pH tanah 6,5-7,5. Hampir semua jenis tanah seperti andosol, aluvial, latosol, dan regosol dapat ditanami tanaman bawang daun.


Bawang daun merupakan tanaman herba semusim dengan tinggi tanaman 60-70 cm, tidak bercabang, dan berwarna hijau muda. Daunnya merupakan daun tunggal berupa roset dengan tepi daun rata, ujung daun runcing, tulang daun sejajar, serta daging daun tipis, rata, dan hijau. Bunganya berwarna putih atau kehijauan yang merupakan bunga majemuk berkelamin dua dengan tangkai bunga silindris berwarna hijau. Daun bawang memiliki akar serabut. Buahnya hijau dan bijinya kecil putih.


Bawang daun memiliki aroma yang khas dan banyak digunakan sebagai campuran masakan. Jenis bawang daun yang biasa ditanam adalah bawang pre (Allium porum L.), kucai (Allium schoenoprasum), serta bawang semprong atau bawang bakung (Allium fistullosum)


A. Persiapan Benih

Benih bawang daun dapat diperoleh dari biji. Namun, di Indonesia biasanya petani menggunakan tunas anakan (setek tunas) sebagai perbanyakan tanaman. Sementara itu, benih bersertifikasi dapat dibeli di toko pertanian.

Setek tunas dapat diperoleh dengan cara memisahkan anakan dari induknya. Oleh karena itu, indukan yang dipilih sebaiknya memiliki pertumbuhan yang sehat dan bagus, yaitu tanaman tidak kurus, tumbuh subur, serta tidak terserang hama dan penyakit.

Untuk areal penanaman 100 m dibutuhkan 2.000 setek tunas bawang daun atau 20g benih. Penanaman menggunakan setek tunas dapat langsung dilakukan di lahan. Jika menggunakan benih maka harus disemaikan terlebih dahulu.


B. Pembibitan

Tahap pembibitan adalah sebagai berikut.

  1. Buat bedeng persemaian dengan ukuran 1 mx 2 m. Lakukan pencangkulan lahan terlebih dahulu agar gembur.
  2. Campur tanah persemaian dengan 5 kg pupuk kandang, lalu cangkul kembali, kemudian ratakan bagian atasnya.
  3. Taburkan benih yang telah disiapkan secara merata di atas bedeng persemaian, kemudian tutup dengan lapisan tanah tipis-tipis.
  4. Siram lahan persemaian setiap pagi dan sore hari dengan sprayer yang halus. Bibit akan tumbuh seminggu kemudian.
  5. Pindahkan bibit tersebut ke lahan penanaman jika telah berdaun 2-3 helai.


C. Penanaman

Tahap-tahap penanaman bawang daun adalah sebagai berikut.

  1. Cangkul lahan sedalam 30 cm, kemudian buat bedengan dengan lebar 1 m, panjang sesuai dengan lahan, dan tinggi 30 cm. Jarak antar bedengan 30 cm.
  2. Campur tanah bedengan dengan pupuk kandang. Untuk lahan 100 m dibutuhkan 1 kuintal pupuk kandang yang sudah jadi (kering dan tidak berbau). Jika modal mencukupi, bedengan bisa ditutupi dengan mulsa plastik. Setelah mulsa terpasang, bisa dibuat lubang tanam dengan cara membakar ujung kaleng berbentuk bundar, lalu ditempelkan pada mulsa sehingga mulsa berlubang bulat. Pelubangan mulsa disesuaikan dengan jarak tanam. Setelah mulsa dilubangi barulah bibit ditanam pada lubang tanam tersebut.
  3. Buat jarak tanam dengan ukuran 20 cm x 25 cm.
  4. Tanam bibit atau setek tunas. Jika penanaman mengqunakan setek tunas, perakarannya harus dikurangi terlebih dahulu dan daun dipotong sebagian untuk mengurangi penguapan. Saat menanam, usahakan posisi tanaman tegak lurus dan tanah urugan dipadatkan agar perakaran kuat.
  5. Lakukan penyiraman agar tanaman tidak layu.
Penanaman bawang daun dengan bedengan yang ditutup dengan mulsa plastik

"Catatan: Mulsa adalah material penutup tanaman budidaya yang bertujuan untuk menjaga kelembaban tanah serta menekan pertumbuhan gulma dan penyakit sehingga membuat tanaman tumbuh dengan baik."

 

D. Pemeliharaan

Setelah tanaman ditanam di lahan maka pekerjaan rutin yang harus dilakukan adalah memelihara tanaman dengan baik hingga masa panen tiba. Beberapa pekerjaan dalam pemeliharaan tanaman yaitu sebagai berikut.

1. Penyiraman

Penyiraman tanaman dilakukan setiap hari, yaitu pagi dan sore hari. Penyiraman pada pagi hari dilakukan sebelum pukul 10.00 dan sore hari setelah pukul 16.00. Penyiraman dilakukan secara merata hingga tanah di sekitar tanaman cukup basah.

2. Penyiangan, pendangiran, dan pembumbunan

Pekerjaan penyiangan, pendangiran, dan pembumbunan dapat dilakukan sekaligus dengan mencangkul bedengan. Setelah dicangkul, rumput-rumput akan terangkat ke permukaan tanah sehingga mudah diambil. Pencangkulan tersebut juga sekaligus untuk mendangir tanah agar menjadi gembur dan merapikan bedengan yang tanahnya longsor serta menimbun bagian bawah batang agar perakaran tetap kuat.

3. Pemupukan

Pemupukan tanaman dilakukan tiga minggu setelah tanam. Untuk luas lahan penanaman 100 m, dosis pupuk urea yang dibutuhkan sebanyak 2 kg. Setelah tanaman berumur 1,5 bulan; dilakukan pemupukan kedua dengan dosis urea 1 kg. Pemupukan di dalam larikan dengan jarak 5 cm dari kiri dan kanan tanaman.

4. Penanggulangan hama dan penyakit 

Hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman bawang daun di antaranya sebagai berikut.

a. Ulat tanah (Agrotis ipsilon)

Ulat ini menyerang bagian pangkal batang tanaman. Serangan ulat tanah menyebabkan tanaman menjadi rebah atau terpotong.

b. Ulat penggerek daun (Spodoptera exygua)

Ulat ini menyerang daun dari bagian pinggir dan bawah daun.

c. Penyakit busuk batang lunak

Penyakit ini menyerang batang tanaman sehingga batang menjadi busuk, basah, dan mengeluarkan bau tidak enak.


Hama tanaman bawang daun dapat ditanggulangi dengan menyemprotkan insektisida yang banyak tersedia di pasaran, dosis 2 ml per liter air untuk 160 tanaman. Sementara itu, untuk luasan 100 m dibutuhkan 20 ml insektisida.Penyemprotan dilakukan pada saat tanaman berumur 15 hari dan jika ada gejala serangan. Penyemprotan pada pagi atau sore hari dengan menggunakan hand sprayer.


Untuk mengatasi penyakit tanaman bawang daun, dilakukan pergiliran tanaman sehingga dapat memutus daur hidup penyakit. Pergiliran tanaman dilakukan dengan tanaman cabai, wortel, selada, dan tanaman sayuran daun lainnya.


E. Panen dan Pascapanen

Tanaman bawang daun sudah dapat dipanen sekitar dua bulan setelah tanam. Ciri-ciri tanaman bawang daun siap panen adalah memiliki 7-10 anakan dan beberapa daun mulai menguning. Untuk lahan 100 m, dapat menghasilkan 1,3 kuintal bawang daun.

Cara memanen daun bawang adalah dengan mencabut semua bagian tanaman. Namun, jika anakannya akan digunakan untuk bibit maka sebagian anakan disisakan di lahan.

Perlakuan pascapanen tanaman adalah menyortir tanaman, yaitu membuang bagian-bagian akar dan daun yang busuk atau penampakannya tidak bagus. Setelah itu, dilakukan pengelompokan antara tanaman yang berdaun besar dan berdaun kecil. Bawang daun dibungkus dengan kertas, lalu dikat dengan tali rafia.


F. Pengaturan Panen

Untuk memanen bawang daun secara kontinu, perlu dibuat jadwal penanaman dengan selang hari sesuai dengan keinginan. Jadwal penanaman daun bawang yang dapat dipanen secara rutin setiap enam hari sekali sedangkan untuk pengolahan tanah cukup dilakukan setahun sekali .

Contoh lay out penanaman bawang daun di lahan 100 m2 dapat dibuat dengan jumlah petak 10 buah dengan ukuran tiap petak 2m x 5m.